Jumat, 12 Oktober 2012 - 23:34:56 WIB
Rafting Mendebarkan di Kali Elo
Diposting oleh : Humas Surya Mentari
Kategori: Kegiatan - Dibaca: 6274 kali


Rafting atau arung jeram..! Jujur saja banyak dari kami yang belum pernah mencobanya. Bahaya, tidak, bahaya, tidak..? begitu pertanyaan yang ada dalam benak kami. Tapi setelah diyakinkan, kami memutuskan mencoba olahraga yang menguras adrenalin itu. Ya, kami keluarga besar Sekolah Alam Muhammadiyah Surya Mentari Solo yang terdiri dari siswa, orangtua wali murid dan para guru, memberanikan diri menjajal olahraga menantang ini. Acara ini adalah bagian dari kegiatan Family Gathering yang memang rutin kami adakan di setiap akhir tahun ajaran sekolah. Minggu 17 Juni 2012 pukul 07.30 pagi, kami beranjak dari Solo menuju Magelang, tepatnya menuju Kali Elo. Satu bus penuh, kira-kira berisi 60-an orang ikut dalam acara ini. Elo, here we come!

Kali Elo adalah kali yang merupakan sub daerah aliran sungai (DAS) Progo yang berada di wilayah Kabupaten Magelang. Sungai ini memiliki panjang kira-kira 47 kilometer, dengan luas tangkapan air 383 kilometer persegi atau yang terluas dibandingkan sub das Progo lainnya. Pada acara rafting kami kali ini, tidak melahap total 47 Km, tapi cuma kira-kira 12 kilometer. Jarak segitu saja pastinya sudah menguras tenaga kami. Jarak 12 kolometer itu kami tempuh sekitar 4 jam, sudah termasuk istirahat sekitar 30-45 menit. Jeram di Kali Elo tidak terlalu besar sehingga secara umum aman untuk dilalui para rafter pemula seperti kami.

Setelah lelah menempuh perjalanan selama hampir tiga jam dari Solo, sampailah kami di starting point yakni di rumah makan orang utan. Di sini kami rehat sejenak, makan siang, salat zuhur dan sedikit bermain fun games. Kami memaksakan diri berpanas-panasan saat fun games, ya itung-itung adaptasi karena kami akan berpanas ria saat mengarungi Elo nantinya. Setelah semua siap, bersiaplah kami ke medan perang, eh.. bukan ke medan sungai. Banyak yang sudah enggak sabar...!

Tiga mobil angkutan kecil sudah bersiap di depan restoran Orang Utan. Di atas mobil bertengger dua perahu karet yang rata-rata berwarna merah. Wow.. perahu-perahu itu yang nanti akan kami naiki. Tak sabar rasanya. "Ayo, ayo.. naik..naik," kata salah satu pemandu. Tiga-empat mobil untuk mengangkut sedemikian banyak orang! Ah..masak iya. Ternyata memang iya. jadilah kami harus  berdempet-dempetan di dalam angkutan pedesaan itu. Apalah daya, kami tetap rela, bayangan kami semua sudah tertuju pada ayunan riak Elo yang pasti mengasyikkan. Mobil melesat cukup kencang, tak lama, paling 15-20 menit, tibalah kami di Jembatan Blondo. Di sinilah  petualangan akan dimimulai. Eng..ing..eng...

Puluhan jaket pelampung sudah tertata rapi seakan menunggu kami. Demikia pula puluhan helm dan puluhan dayung yang siap pakai. Tanpa banyak menunggu, perangkat-perangkat itu sudah menempel di tubuh-tubuh kami. Tampaklah kami seperti petualang sungguhan yang siap menaklukkan keganasan alam. Di sinilai jiwa-jiwa petualang kami mendapatkan tempat, dewasa, anak, laki-laki, perempuan, semuanya. Sungguh, bukan kami ingin menyombongkan diri, tetapi kami hanya ingin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dengan mengagungkan ciptaan-Nya.

Ada sekitar sembilan perahu rombongan kami. Satu per satu perahu meninggalkan tambatannya. Semua gembria, tertawa-tawa sambil menebak-nebak keriuhan apa yang akan ditemui pertama. Woow.. benar jeram. Tidak besar memang, namun sudah cukup menggoyang perahu karet kami. Wuuiiii, perahu bergoyang bergelombang. Tiap-tiap pemandu kami dengan piawai mengendalikan perahu sehingga melewati menjadi sangat mengasyikkan. Riak-riak yang bergelombang tampak ganas, menjadi mainan yang melahirkan riang. "Woaa..aaaaa." begitu setiap kali kami mampu menaklukkan riam jeram.

Setelah satu jam lebih kami menyusuri Kali Elo, kami diberi kesempatan untuk beristirahat. Masih di pinggir sungai, kami menikmati kudapan desa nan khas plus satu butir buah kelapa. Segar nian, menikmati air kelapa setelah lelah mendayung. Puas menyikat kudapan, kami sudah bersiap lagi mengarungi jeram-jeram Elo.

Masih sama, setiap jeram kami nikmati layaknya kami berasa di kasur busa yang tebal. Terus demikian hingga kami sampai di titik finis. Petualangan selama lebih dari dua jam sudah kami lalui. Banyak kesan, dan ingin rasanya untuk berarung jeram lagi. Terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang sudah diberikan...



1 Komentar :

Obat Untuk Keputihan
03 September 2014 - 08:23:32 WIB

Terimakasih informasinya
http://goo.gl/OgCHjw

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

September, 2014
MSSR KJS
 12 3456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    

 


Bagaimana tanggapan anda tentang Sekolah Alam ?

Lihat Hasil Poling


074982

Pengunjung hari ini : 16
Total pengunjung : 27007

Hits hari ini : 28
Total Hits : 74982

Pengunjung Online: 1